Gubernur Siapkan Dana Rp. 22 M Bangun Drainase di Jalan Ryacudu Bandarlampung

BMBK Provinsi Lampung, Bandar Lampung – Kerusakan jalan Ryacudu Korpri, Kecamatan Sukarame Bandarlampung tampaknya akan sedikit berkurang akibat luapan air ketika musim penghujan.

Pemprov Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi akan segera menganggarkan pembangunan drainase sepanjang 2,9 Kilometer di sisi kanan dan kiri jalan Ryacudu sebesar Rp. 22 Milliar dan pekerjaan dilakukan akhir Maret 2020 mendatang.

Hal ini disampaikan Kadis Bina Marga dan Bina Kontruksi, Mulyadi Irsan, Jumat (10/1/2019).

Menurut dia kerusakan jalan Ryacudu diakibatkan tidak adanya drainase sepanjang jalan tersebut, sehingga air menampung dijalan. Jalan aspal tergenang air dan rusak akibat tak ada drainase.

“Nah ini akan segera kita tangani. Sesuai instruksi Gubernur Pak Arinal Djunaidi agar drainase Jalan Ryacudu dibangun,” kata dia.

Mulyadi menjelaskan pembangunan drainase tujuannya agar kedepan Jalan Ryacudu tidak mengalami kerusakan lagi. Apalagi jalan tersebut merupakan jalan utama dan wajahnya kota Bandarlampung.

Akan tetapi, meskipun telah dianggarkan Rp 11,4 miliar yang lalu perbaikan jalan dengan rigit beton tanpa drainase yang layak maka kerusakan jalan akan terulang kembali.

“Sebenarnya jalan itu milik Pemprov Lampung. Drainase kewenangan milik mereka (pemkot, red). Iya sudahlah kita siap membantu demi mewujudkan Rakyat Lampung berjaya, ” ujarnya

Menurutnya fokus kita nanti drainase dulu, perbaiki salurannya. Baru nanti perbaikan jalan dengan rigit beton sepanjang 3,3 Kilometer. Kenapa kita bikin rigir beton, karena ketika hujan, air tidak tergenang lagi dan langsung masuk ke drainase.

“Oleh karena itu butuh waktu panjang untuk mengerjakan semua ini dan target kita 3 atau 4 tahun jalan Ryacudu selesai perbaikan, ” tegasnya

Dalam pembangunan drainase nanti. Lanjut dia akan lebih efektif. Sebab kedepannya akan mengurangi kerusakan jalan, pihaknya menggunakan Box culvert tipe 80, 100 dan 120 pembangunan drainase. Dengan rencana pembangunan mulai lepas jalan Pulau Damar hingga ujung jalan arah ke Lamban Kuning.

“Total drainase sendiri sepanjang 2,9 kilometer. Jadi di tengah jalan Ryacudu akan ada saluran pembuangan air, serta kita akan buat saluran yang akan bermuara ke embung. Namun, kita juga perluas beberapa titik salurang dengan muatan drainase lebih besar. Sehingga apabila muatan embung sudah berlebih masih bisa ditampung kembali ke drainase ditengah itu,” terangnya. (*)